Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Api baru bisa dikuasai pada Rabu malam sekira pukul 19. 00 WIB

REPUBLIKA. CO. ID, BANDAR LAMPUNG — Sebagian kecil hutan Rajin Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung terbakar di Rabu (31/3) siang. Api baru bisa dikuasai di Rabu malam sekira pukul 19. 00 WIB, sesudah petugas berhasil menguasai wilayah perluasan kebakaran.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Republika. co. id sebab warga di Way Jepara, Lampung Timur, Rabu (31/3) malam, api mulai menjalar dan memakan tanaman kasar di kawasan TNWK siang hari. Pada hari itu, kondisi cuaca memang radang disertai angin kencang.

Menurut Susanto (43 tahun), warga Way Jepara, informasi adanya kebakaran alas TNWK menjadi pembicaraan masyarakat pada Rabu petang. “Kami dapat kabar dari masyarakat dekat hutan kalau tersedia kebakaran hutan. Api dasar terlihat membesar, karena cuaca panas dan angina kencang, ” katanya.

Ia mengatakan, beberapa keadaan terakhir cuaca panas bengis di Kabupaten Lampung Timur. Cuaca panas disertai angin kencang diduga menimbulkan titik api di kawasan hutan Way Kambas yang telah mengering.

Data dari Balai TNWK, peristiwa kebakaran hutan terjadi dalam Rabu siang pukul 12. 30. Namun, api telah dapat dipadamkan pada memukul 19. 00. Kebakaran berlaku di hutan TNWK dalam Wilayah Seksi I, Resort Susukan Baru.
 
Kawasan hutan yang terbakar tersebut diketahui bersifat alang-alang dan semak semak, juga tanaman-tanaman liar yang kering. Belum diketahui penyebab kebakaran, apakah karena titik api, atau tindakan orang yang tidak bertanggung tanggungan.

Belum mendapat konfirmasi dari Humas Balairung TNWK Sukatmoko, saat dihubungi Republika. co. id Rabu (31/3) malam, apakah kebarakan mengganggu habitat satwa di hutan tersebut seperti gajah dan badak.

TNWK mempunyai luas provinsi lebih dari 125. 631 hektare. Pada tahun 1924, kawasan hutan Way Kambas ditetapkan sebagai hutan lindung, dan sejarah pelestarian zona Way Kambas dimulai sejak tahun 1936. Kemudian berganti menjadi Kawasan Pelestarian Daerah pada tahun 1978. Lalu diubah lagi menjadi Tempat Konservasi Sumber Daya Tempat. Pada 1 April 1989 ditetapkan sebagai Kawasan TNWK dengan luas 130 seperseribu hektare.