Anggota Kongres Inggris juga meminta Real IRA dilarang beroperasi.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Anggota parlemen Inggris, Ian Paisley, menyerukan tindakan membanting terhadap organisasi Ikhwanul Muslimin, Hizbullah, dan Organisasi Tentara Republik Irlandia (Real Irish Republican Army/Real IRA) atau IRA sejati.

Paisley mengoperasikan diskusi di parlemen Inggris di Senin lalu tentang interaksi jarang organisasi teroris Hizbullah dan Real IRA.

Dia serupa meminta Inggris melarang Ikhwanul Muslimin dan menjadikannya sebagai sebuah entitas teroris. Paisley, yang juga bersumber dari Irlandia Utara, lantas membidikkan pertanyaannya kepada Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.  

“Operasi Arbacia telah mengungkap jaringan teror internasional, dari Iran mematok Irlandia hingga Hizbullah hingga Real IRA, kapan pemerintah akan berharta dalam posisi untuk melarang proses kerangka kerja organisasi itu? ” ujar Paisley dalam diskusi di parlemen Inggris pada Senin awut-awutan, dilansir di The Jerusalem Post , Ahad (27/9).

Paisley juga mempertanyakan ketika pemerintah Inggris berencana  melarang Ikhawanul Muslimin. Pada kesempatan itu, Wallace menjawab bahwa kejahatan sejak aktivitas Iran belum berhenti.

“Dan bagi orang-orang yang berpikir itu tidak kembali kepada kami di jalan-jalan kami kudu melihat operasi terbaru yang membuktikan IRA Baru menjangkau di Lebanon, atau bekerja dengan Hizbullah serta anggota lain yang berpotensi berkongsi dengan Iran, yang berpotensi menimbulkan pembunuhan dan kematian di jalan-jalan, baik di sini atau pada Irlandia Utara. Kita tidak bisa melupakannya. Kebiasaan lama susah lelap, ” ujar Wallace.

Sebelumnya dalam sebuah pertanyaan tercatat pada 17 September 2020, Paisley bertanya kepada kantor luar daerah soal diskusi apa yang dilakukan Wallace dengan rekan-rekan Kabinet terkait aktivitas Ikhwanul Muslimin. Menteri Luar Negeri, James Brokenshire, menanggapi pulih bahwa pekerjaan yang terkait secara Ikhwanul Muslimin adalah urusan Biro Dalam Negeri. Sehingga, mereka menyikapi atas nama Kementerian Pertahanan.    

“Belum ada keterlibatan formal antar-Kementerian tentang Ikhwanul Muslimin. Pemerintah terus meninjau kegiatan itu yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin di Inggris sesuai dengan lima komitmen yang termasuk dalam pemberitahuan mantan Perdana Menteri ke Dewan perwakilan rakyat, ” kata Brokenshire.  

Pendiri konsultan risiko dengan berbasis di Inggris Cornerstone Global, Ghanem Nuseibeh, mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Hizbullah ialah organisasi terlarang di Inggris. Dia juga menyebut bahwa Hizbullah dengan langsung dikendalikan rezim Teheran.

“Dengan terlibat dengan PANGSA Baru, Iran sekali lagi dengan terbuka dan tanpa rasa noda mengancam keamanan nasional Inggris. Inggris perlu memperkuat pendiriannya terhadap Teheran dengan cara yang mirip secara Amerika Serikat (AS), seperti melarang IRGC (Korps Pengawal Revolusi Islam), ” kata Nuseibeh.

Amerika Serikat dan Inggris sama-sama mengklasifikasikan Real IRA sebagai organisasi teroris. Sementara Republik Iran menyatakan Real IRA sebagai organisasi gelap. Istilah IRA Baru dan PANGSA Sejati digunakan secara bergantian buat entitas teroris Irlandia yang persis. (Kiki Sakinah)

Sumber:   https://m.jpost.com/international/british-mp-seeks-crackdown-on-muslim-brotherhood-hezbollah-real-ira-643677