Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

IHRAM. CO. ID,   JAKARTA — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) imbau perbankan syariah memiliki produk ataupun instrumen investasi untuk menghindari penarikan dana haji. Sesuai perintah Undang-Undang, porsi penempatan dana di bank dalam bentuk giro dan dana akan dikurangi hingga 30 persen untuk dipindahkan ke instrumen investasi.

Anggota BPKH Iskandar Zulkarnain mengatakan kepemilikan produk investasi ini bisa menghindari penarikan biaya haji dari perbankan. Dana setoran dari nasabah bisa dialihkan ke instrumen tersebut sehingga pengelolaan likuiditas perbankan bisa tetap terjaga.

“Dana pendaftaran haji bisa tetap ditempatkan di bank dalam bentuk Pinjaman Yang Diterima (PYD), joint financing , produk Mudharabah Muqayyadah, atau investasi lainnya, ” katanya.

Sehingga, dana tersebut bisa ditetapkan dalam segmen investasi meski ditempatkan di perbankan. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa bank yang memanfaatkan skema tersebut, terakhir adalah Bank Jambi dan yang terbaru segera adalah Bank DKI Jakarta.

Dengan penempatan sebagai investasi ini, maka dana bakal lebih terikat dalam jangka lebih panjang. BPKH sendiri mencari gawai atau produk investasi yang bisa menghasilkan nilai manfaat tinggi. Jadi return   yang diharapkan sekitar 9-10 tip, dibanding hanya produk deposito yang 4-5 persen.

“Kita bersama ingin agar nilai kebaikan ini bisa meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji dengan beban yang murah dibayarkan jamaah, ” katanya.

Direktur Penyajian Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama, Muhajirin Yanis mengatakan, Kemenag senantiasa berkomitmen meningkatkan kepuasan jamaah haji atas penyelenggaraan ibadah haji. Penambahan nilai manfaat akan berpengaruh positif kualitas layanan.

Semakin baik penyelenggaraan ibadah haji, maka akan meningkatkan indeks kepuasan jamaah haji dan membawa keberkahan. Ia berniat dana kelolaan haji juga meningkat seiring dengan program Haji Bujang dan pendaftaran haji secara online.

“Jika 10 persen saja dari potensi 30 juta orang yang dinilai dapat daftar haji, maka dana kelolaan bisa meningkat dan berimbas molek pada peningkatan nilai manfaat, ” katanya.