Dana PEN disalurkan ke lebih dari 98 ribu debitur.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupaya memperkuat penyaluran dana percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke pelaku Jalan Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tercatat hingga 14 September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan persediaan PEN mencapai Rp 35, 614 triliun yang disalurkan kepada 98. 271 debitur.  

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi dari total tersebut, penyaluran dana PEN ke pelaku UMKM mencapai lebih lantaran 98. 000 debitur senilai Rp 15, 785 triliun.

“Kami mendukung pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional secara menyalurkan dana PEN lebih daripada 3 kali target leverage yang diharapkan. Kami terus meningkatkan penyaluran kredit guna mendorong pergerakan perekonomian Indonesia dengan menguatkan juga segmen UMKM, ” ujarnya dalam fakta tulis, Senin (21/9).

Penyaluran program PENA Bank Mandiri, lanjut Hery, dikerjakan ke berbagai sektor antara asing sektor pendukung industri Pertanian, FMCG (Fast Moving Consumer Goods), Pertolongan, Perdagangan dan sektor lainnya yang terdampak Covid-19 termasuk sektor padat karya agar tidak terjadi penetapan hubungan kerja. Hery mengungkapkan peresapan permodalan untuk UMKM harus dipercepat guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional seperti saat ini.  

“Salah kepala terobosan yang dilakukan oleh Bank Mandiri adalah mempermudah dan memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM, ” ucapnya.

Untuk hal tersebut, sendat Hery, Bank Mandiri memiliki platform Sendiri Pintar yang mampu memproses pengajuan kredit mikro produktif untuk segmen UMKM dengan waktu yang sangat singkat, yaitu hanya dibutuhkan 15 menit, setelah tenaga pemasar mengajukan data debitur melalui Mandiri Pintar.

Bank Mandiri juga mengembangkan UKM Center yang mengintegrasikan layanan perbankan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pada UKM Center itu, pebisnis dapat mendiskusikan berbagai hajat finansial yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.  

“Nilai tambah lain yang ditawarkan Mandiri UKM center merupakan keberadaan financial advisor serta pelatihan untuk pengembangan usaha nasabah pelaku UKM, ” ucapnya.

Fungsi konsultasi yang dikasih UKM Center juga meliputi business matchmaking, yang akan mempertemukan konsumen pelaku UKM dengan pengusaha serupa maupun potential buyer , serta membantu pelaku UKM melakukan promosi dan penjualan dengan online melalui kerjasama dengan platform-platform, e-commerce, serta sosial media.

“Kami berharap langkah itu mampu memperkuat peran UKM jadi salah satu pilar ekonomi Indonesia, ” ucapnya.