Seorang bayi di Jawa Timur selalu meninggal karena Covid-19 usai dikunjungi tetangga.

REPUBLIKA. CO. ID,   JENEPONTO — Seorang budak berusia lima hari meninggal dunia karena Covid-19 di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Awalnya, ibu bayi itu memiliki hasil rapid test dengan menunjukkan reaktif.

Keduanya lalu dites swab dan buatan keduanya positif. “Hasil tes swab keluar pada 13 Oktober. Sampel diperiksa di laboratorium RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar, ” kata Besar Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jeneponto, Suryaningrat, Sabtu (17/10) dikutip laman Strait Times .

Pada Juni berantakan, seorang bayi berusia 40 hari meninggal di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, setelah tertular Covid-19. Bayi itu diyakini tertular oleh tetangga yang mengunjungi bayi yang baru lahir beberapa pekan sebelumnya.

Bayi yang dinyatakan positif mengidap virus saat berusia 28 hari itu meninggal di RSUD Smart Pamekasan setelah hampir dua pekan menjalani perawatan. “Berdasarkan contact tracing yang kami lakukan, bayi itu tertular Covid-19 dari tetangga dengan mengunjunginya setelah ia lahir, ” kata Kepala Satgas Covid-19 Kabupaten Pamekasan Syaiful Hidayat Juni awut-awutan.

Dia mengatakan, banyak kerabat yang telah menggendong bayi itu. Segera sesudah pemeriksaan, bayi tersebut menunjukkan isyarat Covid-19, termasuk demam, batuk, & sesak napas. Orang tua bayi tersebut membawanya ke RSUD Smart Pamekasan pada 9 Juni cerai-berai dan langsung diisolasi oleh aparat kesehatan di rumah sakit itu.

Perhimpunan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa setidaknya 1. 543 bujang di Indonesia telah dites tentu Covid-19 sejak negara itu mencanangkan kasus virus korona pertamanya pada Maret. Sebanyak 36 dari mereka meninggal karena penyakit tersebut.

Sedangkan enam. 123 anak sudah dikategorikan dalam status PDP, yaitu orang yang memiliki gejala Covid-19 namun belum dites virusnya. Dari anak-anak itu, 204 orang telah meninggal. Sedang banyak pertanyaan seputar infeksi virus corona pada anak dan bayi.

Di situs webnya, Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengutarakan tidak jelas apakah anak-anak rentan terhadap infeksi SARS-CoV-2 seperti orang dewasa, dan apakah mereka mampu menularkan virus seefektif orang kala atau tidak. Bukti terbaru membuktikan bahwa anak-anak kemungkinan memiliki viral load yang sama atau bertambah tinggi di nasofaring mereka serupa orang dewasa, dan bahwa anak-anak dapat menyebarkan virus secara efektif di rumah tangga.

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan kontak ibu-bayi dan menyusui berdasar pada pertimbangan penuh tidak cuma pada potensi risiko infeksi Covid-19 pada bayi. Namun juga efek morbiditas dan mortalitas terkait secara tidak menyusui, mengurus bayi dengan tidak tepat, formula, serta efek perlindungan dari kontak kulit ke kulit.