HRW memperingatkan China untuk berhati-hati dengan rencana penerapan QR Code.

REPUBLIKA. CO. ID,   BEIJING – China saat ini berencana untuk mendorong penerapan sistem QR Code untuk seseorang yang melangsungkan perjalanan internasional. Hal tersebut dikerjakan untuk memaksimalkan pengawasan terhadap penanganan Covid-19.

“Kita perlu lebih menyelaraskan kebijakan dan standar serta membuat jalur cepat untuk memfasilitasi pergerakan manusia yang tertib, ” kata Presiden China Xi Jinping dikutip dari BBC , Senin (23/11).

Xi menyatakan rencananya tersebut pada pertemuan daring KTT G20 yang dihadiri para presiden dari 20 negara ekonomi terbesar dunia. Dia mengatakan QR Code tersebut dapat digunakan untuk mengenali sertifikat kesehatan berdasarkan hasil tes asam nukleat.

Meskipun begitu, Xi tidak merinci lebih lanjut mengenai bagaimana skema penerapan QR Code tersebut diterapkan. Xi juga tak menyebutkan kapan sistem tersebut akan diterapkan.

QR Code tersebut juga akan digunakan untuk membantu menetapkan status kesehatan tubuh para turis yang berada di Cina. “Kami berharap lebih penuh negara yang mengikuti mekanisme ini, ” tutur Xi.

Hanya saja, para pembantu hak asasi manusia memperingatkan kalau QR Code tersebut dapat digunakan untuk pemantauan dan pengecualian politik yang lebih luas. Selain itu, Direktur Eksekutif Human Rights Watch (HRW) Kenneth Roth memperingatkan buat berhati-hati dengan rencana penerapan QR Code tersebut.

“Fokus awal pada kesehatan sanggup dengan mudah menjadi Kuda Troya (salah satu kisah Perang Troya mengenai tipu daya yang dilakukan oleh orang-orang Yunani untuk memasuki Kota Troya dan memenangkan perang) untuk pengawasan dan pengucilan kebijakan yang lebih luas, ” prawacana Roth.