Evaluasi juga sebagai sarana pertemuan untuk kembali membangun koordinasi.

REPUBLIKA. CO. ID, DEPOK — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok menggelar pertimbangan kinerja tenaga pendamping Program Tanggungan Harapan (PKH). Evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendamping serta menurunkan nilai kemiskinan di Kota Depok.

Kepala  Bidang Perlindungan dan Jaminan  Sosial, Dinsos Kota Depok, Tri Redjeki Handayani mengatakan, evaluasi terhadap para pendamping PKH ini rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Namun karena pandemi Covid-19, evalusi dilakukan dua kali dalam setahun. Saat ini, evaluasi perdana dengan dilakukan di masa pandemi Covid-19. Tidak hanya menjadi ajang pertimbangan, tapi juga sebagai sarana pertemuan untuk kembali membangun koordinasi, ” ujar Tri di Balai Tanah air Depok.

Tempat menambahkan, evaluasi juga menjadi wadah untuk memecahkan permasalahan di lapangan, karena para pendamping bukan cuma berfungsi untuk memastikan bantuan lantaran pemerintah tepat sasaran.

“Namun mereka juga ikut mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mandiri dan lepas sejak kemiskinan, ” terang Tri.

Menurut Tri, para-para pendamping PKH harus menggelar Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Situasi itu wajib karena untuk menjalin para KPM tentang pentingnya pendidikan, pengasuhan anak, kesehatan, pengelolaan keuangan dan lainnya.

“Pembinaan juga dilakukan untuk merubah perilaku dan pola pikir buat menumbuhkan ke mandirian dengan meningkatkan perekonomian, dengan begitu, para KPM akan sadar untuk keluar sebab program PKH (Graduasi Mandiri). Pada masa pandemi, mungkin target graduasi tidak bisa dilakukan. Namun lestari target 10 persen dari total PKH di Kota Depok kudu graduasi, ” ujar dia.