Alat diminta tak menyalahgunakan regulasi untuk memeras dan menakut-nakuti warga

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan alat penegak hukum agar tak menyalahgunakan regulasi untuk memeras dan menakut-nakuti baik para pejabat eksekutif, karakter usaha, maupun masyarakat. Ia menetapkan, penegak hukum yang menyalahgunakan regulasi dan memanfaatkan hukum yang sedang belum sinkron merupakan musuh bergandengan dan musuh negara.
 
Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan pada jadwal Aksi Nasional Pencegahan Korupsi dalam Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/8).

“Saya peringatkan sebagai penegak hukum dan pengawas, ini sudah saya sampaikan berkali-kali, jangan pernah memanfaatkan asas yang tidak sinkron ini, yang belum sinkron ini untuk menakut-nakuti eksekutif, untuk menakut-nakuti usaha, & masyarakat, ” tegas Jokowi.

Ia menilai, penyalahgunaan regulasi oleh para penegak hukum untuk menakut-nakuti dan memeras baik penguasa, pelaku usaha, maupun masyarakat inilah yang justru membahayakan agenda pendirian nasional. Menurutnya, para pejabat yang tengah melaksanakan agenda pembangunan nasional pun menjadi takut sehingga justru memperlambat pelaksanaannya.

Karena itu, Jokowi menegaskan tak mau mentoleransi tindakan penyalahgunaan regulasi itu.

“Saya peringatkan negara penegak hukum dan pengawas yg melakukan seperti ini adalah imbangan kita semuanya, musuh negara. Aku tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang melakukan pelanggaran tersebut, ” ucap dia.

Presiden pun mengatakan regulasi dengan tumpang tindih, tak jelas, dan tidak memberikan kepastian hukum biar segera diperbaiki. Ia juga menodong agar regulasi yang membuat prosedur menjadi berbelit-belit dan justru mengacau pejabat dalam menjalankan program untuk dibenahi.

“Ini yang harus kita rombak dan kita sederhanakan, ” tambahnya.

Karena itu, pemerintah ingin membuat UU Omnibus Law yang mensinkronisasikan puluhan UU. “Sehingga antar UNDANG-UNDANG bisa selaras, memberikan kepastian patokan, serta mendorong kecepatan kerja serta inovasi, dan akuntabel serta khali korupsi, ” kata Jokowi.