Kasal: Kami Gandeng SKK Migas Angkat KRI Nanggala-402

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

TNI AL mengamankan lokasi tenggelamnya KRI Nanggala-402.

REPUBLIKA. CO. ID,   SIDOARJO — Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan TNI AL akan menarik Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Patra dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk membantu mengangkat KRI Nanggala-402 yang masuk di perairan Bali. “Sampai dengan saat ini gaya kapal masih tetap belum bergeser, ” kata Kasal Yudo Margono, usai mengunjungi rumah salah satu kru KRI Nanggala-402 yakni Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Kolonel (P) Harry Setiawan, di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (27/4).

Ia mengemukakan, pihaknya juga melakukan pengamanan pada lokasi tenggelamnya kapal menghunjam tersebut dengan menyiagakan aparat di lokasi. “Ke pendahuluan kami ajukan untuk dikerjakan pengangkatan, dan kami telah koordinasi dengan SKK Migas karena mereka yang mempunyai kemampuan untuk mengangkat pesawat tersebut, ” ujarnya juga.

Dia mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian, & petugas aslog juga telah menghubungi SKK Migas biar kapalnya bisa segera diangkat. “Minta doanya saja supaya kapalnya bisa segera diangkat. Saat ini masih rapat dan dihitung berapa beratnya, dari gambar-gambar tersebut, ” ujarnya lagi.

Disinggung terkait dengan kondisi psikologis keluarga kru kapal itu, ia mengatakan saat tersebut menyiagakan petugas psikologi buat mendampingi keluarga yang ditinggalkan. “Petugas psikologi siap mendampingi karena kondisi psikologis tim yang ditinggal berbeda-beda, ” ujarnya.

Sebelumnya, kasal mengatakan kalau KRI Nanggala-402 tenggelam terjadi bukan karena terjadi “human error” (kesalahan manusia). “Saya berkeyakinan ini (tenggelamnya KRI Nanggala, Red) bukan karena ‘human error’, tapi lebih pada faktor alam, ” kata dia saat konvensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Lasak, Bali, Ahad (25/4).

Ia menjelaskan bahwa untuk proses penyelidikan akan dilakukan setelah proses pengangkatan KRI Nanggala-402 sempurna dilakukan. Dia menegaskan kalau kapal tenggelam bukan berlaku karena human error. Hal ini dipastikan karena masa proses menyelam itu sudah melalui prosedur yang benar.

sumber: Antara