Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 9.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA —

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ – Ù©

Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

Tafsir Pendek Kemenag

Dengan karunia Allah yang demikian istimewa itu, maka berbuat baiklah kepada anak yatim dan janganlah engkau berlaku sewenang-wenang kepadanya, seperti mengambil hartanya, menghardiknya, dan menyakiti hatinya.

Tafsir Kemenag

Sesudah membuktikan dalam ayat-ayat terdahulu tentang bermacam-macam nikmat yang diberikan kepada Nabi Muhammad, maka pada ayat tersebut, Allah meminta kepada Nabi-Nya supaya mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, serta tak menghina anak-anak yatim dan memperkosa haknya. Sebaliknya, Nabi Muhammad diminta mendidik mereka dengan adab dan sopan-santun, serta menanamkan akhlak dengan mulia dalam jiwa mereka, jadi mereka menjadi anggota masyarakat yang berguna, tidak menjadi bibit kejahatan yang merusak orang-orang yang bercampur dengannya.

Nabi Muhammad bersabda: Aku (kedudukanku) dan orang yang mengasuh anak yatim di surga (sangat dekat), seperti dua ini (dua jari, yaitu telunjuk dan jari tengah). (Riwayat at-Tirmidhi dari Sahl bin Sa’ad) Barang siapa dengan telah merasa kepahitan hidup di dalam serba kekurangan maka selayaknya ia dapat merasakan kepahitan itu dalam orang lain. Allah telah menyelamatkan Nabi Muhammad dari kesengsaraan dan kehinaan, maka selayaknya Nabi menghargai semua anak yatim sebagai isyarat mensyukuri nikmat-nikmat yang dilimpahkan Allah kepadanya.

Sumber:

https://quran.kemenag.go.id/sura/93

sumber: Quran Kemenag / Kemenag. go. id