Keluhan terbanyak yakni tidak menerima bansos walaupun telah mendaftar

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Plt Ujung Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ipi Maryati mengatakan, berdasarkan masukan yang diterima JAGA Bansos bagi 4 September 2020, KPK menyambut total 1. 074 keluhan terpaut penyaluran bansos. Adapun, keluhan tertinggi yakni tidak menerima bansos meskipun telah mendaftar, yaitu berjumlah 428 keluhan. “Selain keluhan tidak menerima bantuan, ada enam topik keluhan lainnya yang juga disampaikan pelapor, ” ungkap Ipi dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Keluhannya yaitu bantuan tidak dibagikan oleh abdi kepada penerima bantuan sebanyak 117 laporan. Kemudian, bantuan dana yang diterima jumlahnya kurang dari dengan seharusnya sebanyak 86 laporan.  

Keluhan ketiga, adanya nama di jadwal bantuan tidak ada atau penerima fiktif berjumlah 52 laporan. Keluhan keempat ada yang mendapatkan sandaran lebih dari satu berjumlah 12 laporan.  

“Keluhan selanjutnya yakni tumpuan yang diterima kualitasnya buruk 11 laporan dan terakhir ada laporan yang  seharusnya tidak menerima tumpuan tetapi menerima bantuan 6 petunjuk. “Dan beragam topik lainnya mutlak 362 laporan, ” ungkap Ipi.  

Adapun, keluhan tersebut disampaikan sebab 967 pelapor yang ditujukan pada 258 pemda. Terdiri atas 19 pemerintah provinsi dan 239 pemerintah kabupaten/kota, serta kepada Kementerian Sosial.  

Sedangkan instansi yang paling penuh menerima keluhan adalah Pemkot Surabaya sebanyak 59 keluhan, Pemprov DKI Jakarta 44 keluhan, Pemkab Enau 31 keluhan, Pemkab Tangerang 30, dan Pemkab Subang 27.  

Lantaran seluruh keluhan yang masuk, sebesar 432 keluhan telah selesai ditindaklanjuti oleh pemda. Sebanyak 249 keluhan dengan status dalam proses tindak lanjut, sebanyak 176 keluhan dengan status verifikasi, dan 151 keluhan masih menunggu kelengkapan informasi dengan harus dilengkapi oleh pelapor. Selain itu, terdapat 66 keluhan yang lain dengan status tidak ada respons dari pemda, karena telah diatas batas waktu tujuh hari kegiatan untuk merespons keluhan.