Hampir tiga pekan, sapi diduga hasil gratifikasi batal disembelih anggota dewan.

REPUBLIKA. CO. ID, KABUPATEN BEKASI — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, M Nuh, enggan mengomentari sapi tak bertuan yang batal disembelih pada Hari Umum Idul Adha pada Jumat (31/7). Sapi yang dikirim ke jawatan DPRD Kabupaten Bekasi di Cikarang, menjelang Lebaran kurban itu dibawa truk untuk ditempatkan di halaman kantor dewan.

Hanya saja, sudah hampir tiga pekan berlalu, sapi belum juga disembelih. Saat ini, sapi yang batal disembelih itu terlihat kurus dan tidak terawat.

“Ya (tanya) kian ke sekper (sekretaris perusahaan) lah kok ke saya sih. Emang dewan ngurusin sapi, ” sebutan Nuh saat dihubungi Republika , Selasa (18/8). Hanya saja, anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi itu enggan membaca nama perusahaan yang memberikan bantuan sapi kurban tersebut.

Sehari jelang pelaksanaan kurban, DPRD Kabupaten Bekasi memang menerima mas sejumlah hewan kurban yang dikirimkan perusahaan yang beroperasi di Bekasi untuk diserahkan langsung ke gedung wakil rakyat. Sebelumnya, salah utama pimpinan dewan, yaitu M Nuh, menyempatkan diri memilih sapi dengan ditujukan padanya sebelum diturunkan dibanding kendaraan roda empat.

Menurut Nuh, pemberian hewan persembahan dari pihak swasta bukan ialah bentuk gratifikasi. Alasannya, kata dia, hewan kurban yang diterimanya mau dibagikan kepada warga setelah melalaikan proses pemotongan.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Kepala Polres Kabupaten Bekasi, AKBP Rickson Situmorang, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan kepada sapi di halaman kantor DPRD Kabupaten Bekasi. “Nanti saya cek dulu ya, ” tutur Rickson.