Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

IHRAM. CO. ID,   JAKARTA — Menteri Koordinator Politik Hukum & Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi peluncuran buku terbaru Prof Dr M Quraish Shihab berjudul Islam dan Kewarganegaraan nasional; Tauhid, Kemanusiaan dan Kewarganegaraan . Menurut Mahfud, buku tersebut menganjurkan ketenangan khususnya bagi umat Islam Indonesia karena dapat memberikan anutan bahwa sistem berbangsa dan bernegara yang dipilih Indonesia sudah benar dan tidak bertentangan dengan Agama islam.

“Ini buku, sesudah saya membacanya, membina tenang orang Islam di Nusantara, kalau mau membaca dan bersetuju memahami. Karena buku ini bisa meyakinkan kita bahwa kita tersebut bernegara dan berbangsa sudah benar, tidak bertentangan dengan ajaran Islam, ini penting karena masih kala ada kampanye bahwa Indonesia tersebut negara yang salah, bangsa dengan salah menurut Islam. Sekurang-kurangnya kita membubarkan HTI karena beranggapan seolah-olah itu. Dan kita membuat UNDANG-UNDANG keormasan karena ada kampanye-kampanye bahwa negara berdasar negara Pancasila tersebut salah dan haram. ” terang Mahfud MD saat menjadi juru bicara dalam peluncuran buku itu dengan virtual pada Kamis (26/11).

Dalam catatannya terhadap buku karya Quraish Shihab itu, Mahfud MD menjelaskan, Agama islam sejatinya mengajarkan pemeluknya hidup bernegara. Bernegara menjadi prinsip dan tidak bisa dihindari. Ia mengatakan, negeri merupakan fitrah manusia atau sunatullah. Kendati demikian, Mahfud menjelaskan,   dalam Alquran maupun sunah Rasul yakni hadis, membebaskan bentuk bernegara. Sehingga meski bernegara merupakan keniscayaan namun tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan bisa bermacam-macam bersandar kesepakatan suatu bangsa. Lebih tinggi, Mahfud menjelaskan Islam pun tak menjelaskan tentang sebuah sistem tadbir yang harus diikuti.

“Setiap bangsa tersebut membuat bentuknya sendiri apakah bersetuju demokrasi boleh, mau otokrasi bisa, mau monarki boleh. Karena Agama islam sendiri dalam ajaran Alquran & sunah itu membebaskan saja. dengan penting prisnip-psinsip bernegaranya seperit untuk kemanusiaan, keadilan dan seterusnya, ” tuturnya.