Meksiko juga akan menguji klinis vaksin Covid-19 dri Italia dan Rusia

REPUBLIKA. CO. ID,   MEXICO CITY — Meksiko berupaya memproduksi vaksin Covid-19 sendiri yang ditargetkan siap dalam musim semi mendatang. Hal tersebut disampaikan seorang peneliti yang mengoordinasikan upaya memproduksi vaksin di Meksiko, di tengah perlombaan global menjinakkan penyakit yang menginfeksi lebih dari 26, 75 juta orang di seluruh dunia.

Koordinator kelompok ilmiah yang mewakili Meksiko di Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, Esther Orozco mengatakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan swasta, Laboratorio Avimex dengan para peneliti dari universitas negeri utama Meksiko, UNAM dan Institut Jaminan Sosial Meksiko menyatakan siap memulai tahap pertama pengujian dengan manusia.

“Mereka sudah maju. Saya pikir tersebut akan siap pada musim partial atau awal musim panas, ” kata Orozco, Ahad (6/9).

Uji coba vaksin Avimex dilakukan pada belasan orang. Tahap kedua akan melihat dampak pada ratusan pasien, sebelum ribuan sukarelawan mengambil bagian dalam studi tahap 3 atau terakhir.

Avimex, biasanya diberikan untuk pembuatan vaksin dan produk farmasi tuk hewan. Meksiko telah meluncurkan upaya global membangun aliansi diplomatik lalu komersial untuk memastikan menerima sekitar 200 juta dosis vaksin. Jumlah itu diperkirakan sesuai kebutuhan tuk mengatasi penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 623 ribu jamaah dan menewaskan sedikitnya 66. 851 di negara dengan ekonomi terbesar kedua di Amerika Latin tersebut.

Meksiko juga maka akan mengambil bagian dalam uji klinis vaksin Covid-19 dari Italia lalu Rusia. Negara itu telah mencapai kesepakatan untuk memproduksi vaksin perusahaan farmasi AstraZeneca Plc.

Selain itu, Meksiko ingin berpartisipasi dalam uji coba fase three or more dengan pembuat obat Prancis Sanofi, unit Janssen Johnson & Manley, serta perusahaan China CanSino Biologics Inc dan Walvax Biotechnology Company Ltd, yang semuanya telah sepakat untuk menjamin akses ke vaksin jika berhasil.

Orozco mengatakan vaksin Meksiko hadir lebih lambat dari kandidat asing terkemuka. Namun, dia mencatat bahwa seven, 5 miliar orang di planet perlu diinokulasi. Karena itu, kebutuhan jumlah vaksin mungkin dua kali lipat lebih banyak dari angka itu, jika diperlukan dua dosis.

“Dunia membutuhkan lebih dari satu vaksin. Harapan kami adalah Meksiko menjadi bagian dri ini, meskipun kami bukan yg pertama melewati garis finis, ” ujar Orozco.