Untuk realisasinya, Pemprov Jabar butuh persiapan matang terlebih dahulu.

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG — Negeri Provinsi Jawa Barat menyatakan siap merespons upaya Satgas Penanganan Covid-19 serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk penyediaan hotel sebagai tempat isolasi mandiri anak obat positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. Selain itu, hotel juga disediakan untuk dokter & tenaga kesehatan.

Kepala Dinasi Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik menyampaikan, Disparbud Jabar sudah membuka komunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Menjelajahkan dalam persiapan mekanismenya. Secara patokan, pihak PHRI menyambut positif program dari pemerintah pusat ini.

“Selain karena pertimbangan sisi kemanusiaan, kebijakan ini juga menjadi peluang baru agar kinerja daya perhotelan bisa bertahan di tengah pandemi, ” ujar Dedi zaman dihubungi, Jumat (25/9).

Namun, kata Dedi, untuk realisasinya, membutuhkan persiapan yang matang terlebih dahulu. Karena, ada banyak peristiwa yang harus dipenuhi. Di antaranya, penerapan standar protokol kesehatan istimewa untuk perawatan.

Dia belum bisa mengungkapkan jumlah nyata berapa hotel di Jawa Barat yang terlibat dalam program tersebut. Namun, ada beberapa hotel sudah mengajukan penawaran kepada dinas kesehatan tubuh setempat. Salah satunya, di Praja Bogor.

Targetnya hotel yang berpartisipasi bisa merata pada semua daerah. Namun, kemungkinan untuk saat ini Pemprov Jabar hendak fokus di zona merah. “Mudah-mudahan persiapan, koordinasi dengan pengusaha hotel termasuk dinas terkait dan kementerian bisa berjalan cepat dan jalan, ” kata Dedi.

Di Jawa Barat sendiri, sirih dia, terdapat hotel yang sempat dijadikan tempat menginap bagi para-para tenaga kesehatan yang menangani anak obat Covid-19. Yakni Grand Preanger Hotel di Kota Bandung. Sejumlah hotel pun, sempat disiapkan jika dibutuhkan lebih banyak tempat perawatan pasien Covid-19.

Jumlah wadah tidur di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 se-Jabar mencapai 4. 094. Total yang melayani pasien Covid-19 di Menjelajahkan ada 322 rumah sakit. Keterisiannya mencapai 44, 33 persen di pekan lalu.  

Di Kota Depok keterisian ruang isolasi di rumah sakit mencapai 73, 08 persen, Kota Bekasi 67, 60 persen, dan Kabupaten Bekasi 55, 60 persen. Dalam Kabupaten Bogor keterisian ruang isolasi di rumah sakitnya mencapai 52, 21 persen, di Kota Bogor 49, 83 persen, sedangkan pada Kota Bandung sebagai Ibukota Menjelajahkan terisi 31, 52 persen.

Di Jabar pun ada sekitar 998 tempat tidur di pusat isolasi nonrumah sakit kabupaten/kota. Kemudian ada sekitar 190 tempat tidur di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Jabar. Kapasitas BPSDM Jabar sendiri dapat mencapai 600 ranjang.