Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Kapolda mengatakan lima bom rakitan terduga teroris Bekasi & Condet telah dimusnahkan

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Tim Penjinak Bom dari Satuan Udara Brimob Polda Metro Hebat langsung memusnahkan lima peledak rakitan yang disita dari empat terduga teroris di lokasi penemuan di Bekasi dan Condet. Lima peledak rakitan yang disita sejak empat terduga teroris termasuk high explosive yang benar sensitif.

“Tim Jibom dari Satuan Gegana Polda Metro Jaya membatalkan melaksanakan disposal di perut lokasi dimana ditemukan bom TATP (triacetone triperoxide) tersebut, yaitu di Sukasari, Terjang Baru, Bekasi, dan dalam Condet, Jakarta Timur, ” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/3).

Fadil menjelaskan, keputusan itu diambil karena bom rakitan berisi bahan kimia tersebut berisiko meledak saat dievakuasi oleh tim penjinak bom. “Ini adalah sebuah senyawa kimia yang mudah meledak dan tergolong sebagai high explosive yang sangat terbuka. TATP adalah senyawa peroksida yang khas, mudah terbakar hanya dengan gesekan, panas dan pemicu lainnya, ” ujar Fadil.

Demi keamanan petugas maupun kelompok yang berada di sekitar lokasi penemuan, Tim Udara pun memutuskan untuk melanggar bom rakitan tersebut langsung di lokasi penemuan. Di dalam penangkapan tersebut polisi pula menyita sejumlah bahan baku bom seperti aceton reda, hidrogen klorida (HCL), termometer, serbuk aluminium dan gotri.

Adapun tersangka yang ditangkap sebab Densus 88 di Bekasi, yakni ZA (37) yang berperan membeli bahan baku bom serta mengajarkan jalan membuat bahan peledak tersebut. Tersangka kedua berinisial BS (43) yang berperan menghasilkan bahan peledak dan tersangka ketiga adalah AJ (46) yang turut membantu ZA membuat bahan peledak & bersama BS ikut menyusun persiapan teror dengan peledak.

Namun tersangka keempat adalah HH (56) yang ditangkap di Condet. Tersangka HH berperan mengatur taktik dan metode pelaksanaan teror bersama ZA serta membiayai dan mengirimkan video teknis pembuatan peledak kepada tiga tersangka lainnya. Atas perbuatannya para simpulan teroris ini dijerat dengan Pasal 15 Jo Pasal 7 dan atau Pencetus 9 UU Nomor 5 Fahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme secara ancaman pidana minimal 15 tahun penjara.

sumber: Antara