Ada dugaan pembangunan RS tidak sesuai perencanaan, sehingga mempengaruhi kepatutan.

REPUBLIKA. CO. ID,   MATARAM — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menjanjikan, urusan dugaan korupsi pembangunan Rumah Kecil Pratama Manggelewa, Kabupaten Dompu berlanjut ke tahap penyidikan. Karenanya, dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan gelar perkara.

“Kira-kira perut pekan lagi kita naikkan ke penyidikan, jadi awal Oktober nanti, ” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Puti Gede Ekawana, di Mataram, Jumat (18/9).

Dasar peningkatan penanganannya ini, sirih dia, berdasarkan hasil penyelidikan Tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. Unsur perbuatan melawan hukumnya telah dikantongi tim penyelidik. “Jadi indikasi kerugian negaranya itu tersedia, ” ujarnya.

Indikasi tersebut, lanjutnya, dilihat dari hasil analisa ahli wujud dari Universitas Mataram yang telah melakukan cek fisik. Ada sangkaan pembangunannya tidak sesuai dengan perencanaan, sehingga mempengaruhi kelayakan bangunan.

Karena tersebut, Ekawana menegaskan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan membuat perkara. Hasil analisa tim terampil dan bukti-bukti yang mengarah di perbuatan melawan hukumnya akan disampaikan.

“Kalau sudah gelar, baru bisa kita pastikan naik penyidikan, ” ujarnya pula.

Ekawana mengaku, penanganan kasus tersebut sempat tersendat, karena rumah kecil daerah tersebut dalihfungsikan untuk pengerjaan pasien COVID-19. “Makanya, biar kasusnya tidak lama mengendap, dan status penanganannya jelas, kita akan menyelenggarakan untuk naik penyidikannya, ” introduksi Ekawana.

Proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Manggalewa di Kabupaten Dompu dimulai pada tahun 2017 melalui biaya APBD, dengan pihak pemerintah merancang pagu anggaran Rp 17 miliar. Hasil lelangnya, perusahaan berinisial SA dari Makassar, Sulawesi Selatan, menjelma sebagai pemenang. Perusahaan tersebut merilis harga penawaran Rp 15, 76 miliar.

sumber: Antara