Pada saat melarikan dari, ambulans tersebut nyaris menabrak petugas.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menegaskan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang terkait kasus ambulans yang diduga menyuplai logistik untuk perusuh saat  demo Undang-undang Omnibus Law Ciptakerja, Selasa (13/10).   Kasus akan terus diselidiki.

“Jadi masih dalam pemeriksaan serta masih kita kembangkan, ” jelas Nana saat konferensi pers pada Mapolda Metro Jaya, Jakarta Daksina, Senin (19/10).

Ke-11 orang tersebut sudah termasuk 4 orang yang diamankan karena mencari jalan kabur saat dilakukan razia. Sebelas orang itu diamankan dari perut ambulans yang diduga terlibat dalam memasok logistik untuk para perusuh. Pada saat melarikan dari, ambulans itu nyaris menabrak petugas yang mencari jalan memberhentikannya.

“Sebenarnya total ada 11 orang yang kami amankan dari dua ambulans. Kejadian di Menteng sekitar hampir memukul 18 sore yang kita tahu bersama memang viral di media sosial, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Sebelumnya, zaman aksi unjuk rasa penolakan Peraturan Omnibus Law Ciptakerja, jajaran Polda Metro Jaya telah mengamankan satu ambulans beserta empat orang pengikut di dalamnya. Saat ambulans melarikan diri petugas harus menembakkan udara air mata untuk memberhentikan ambulans tersebut.

Kemudian kepala orang berinisial N loncat sejak dalam ambulans dan dilakukan proteksi oleh petugas. Yusri menduga dalam dalam ambulans tersebut ada empat orang, termasuk N. Kemudian malam harinya, ambulans bersama tiga penumpangnya diamankan di Taman Ismail Marzuki. Kemudian dari ambulans lainnya petugas juga mengamankan 7 orang.

“Hasil keterangan awal, tersedia dugaan bahwa ambulans tersebut bukan untuk kesehatan tetapi untuk menyampaikan logistik dan indikasi batu buat para pendemo, ” terang Yusri.