jangan sampai terjadi kluster Covid-19 dalam fasilitas kesehatan.

REPUBLIKA. CO. ID, TIMIKA — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua instruksikan puskesmas yang masuk kategori zona merah dan kuning penyebaran Covid-19 agar membuka pelayanan di asing gedung, terutama untuk menjangkau masyarakat yang sehat agar tidak kecil.

“Supaya jangan ada penumpukan pasien di rumah-rumah kecil dan jangan sampai terjadi kluster Covid-19 di fasilitas kesehatan maka kepala puskesmas wajib membuka pelayanan di masyarakat, “kata Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra di Timika, Ahad (4/10).

Mereka bisa bekerja serupa dengan lurah dan kepala dukuh dengan memanfaatkan balai kelurahan dan balai kampung supaya akses klub dengan pelayanan kesehatan lebih dekat dan terjangkau.

Dengan membuka pelayanan di luar gedung puskesmas, katanya, anak-anak yang pada waktunya mendapatkan imunisasi tidak perlu harus datang ke puskesmas begitu juga dengan ibu-ibu hamil dan menyusui yang hendak mendapatkan pelayanan di Posyandu tak perlu harus datang ke Puskesmas.

Reynold mengatakan dalam kondisi dimana RSUD dan RSMM kini semakin mengandung bebannya untuk menangani pasien terpapar Covid-19, namun kedua rumah kecil itu juga masih harus menghantam pasien lain seperti ibu bersalin dan pasien penyakit umum yang lain.

Menurut dia, rekayasa pelayanan kesehatan tingkat dasar di Mimika, terutama pada kawasan merah dan zona kuning era ini diperlukan tidak saja untuk menyediakan tempat tidur yang bertambah banyak bagi pelayanan pasien Covid-19 dimana angka kasusnya terus naik, tapi juga untuk mengurangi muatan kerja petugas kesehatan di rumah-rumah sakit.

“Kami mengakui sejak pandemi Covid-19 melanda Mimika mulai bulan Maret sampai saat ini pelayanan kesehatan tubuh dasar belum berjalan stabil. Padahal itu semua harus tetap berjalan. Pelayanan kesehatan dasar itu mencakup pelayanan ibu hamil, penanganan peristiwa malaria, TB, imunisasi dan lainnya, ” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Dinkes Mimika saat ini membuka arahan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi melonjaknya angka kasus Covid-19 di wilayah itu.

“Kami mengantisipasi kasus ini akan naik tajam bulan Desember datang Januari. Kalau semua petugas Puskesmas kami rekrut ke rumah melempem darurat, lalu ada yang terpapar, maka tentu akan berpengaruh dalam ketersediaan tenaga untuk merawat anak obat. Untuk itulah kami membuka jalan untuk orang mendaftar, kami hendak melakukan seleksi, ” ujarReynold.

Selain di RSUD dan RSMM, pasien Covid-19 di Kota Timika sebagian ditempatkan di Wisma Atlet Mimika Sport Complex, terutama pasien dengan fakta ringan.

Saat ini Pemkab Mimika sedangkan memperbaiki fasilitas Rusun Wisma Olahragawan di Kelurahan Timika Jaya SP2 yang nantinya akan digunakan buat menampung pasien Covid-19 dengan fakta sedang atau yang sudah dalam kondisi stabil setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

sumber: ANTARA