Sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Timur telah mengusulkan UMK agar dinaikkan

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA–Ketua Dewan Pengupahan Jawa Timur dari unsur pekerja, Ahmad Fauzi mengapresiasi sejumlah bupati/ wali kota yang telah mengusulkan kenaikan Upah Minimum kabupaten/ kota (UMK) 2021. Di sisi lain dia pun prihatin karena sebagian gembung bupati/ wali kota mengusulkan UMK 2021 tidak mengalami kenaikan.

Fauzi mengungkapkan, sejumlah kabupaten/ kota yang mengusulkan UMK merasai kenaikkan antara lain Kabupaten Lamongan, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten dan Kota Malang, serta Kabupaten Bojonegoro. “Masih ada banyak dengan tidak mengusulkan naik, ” logat Fauzi dikonfirmasi Selasa (17/11).

Fauzi mengungkapkan, untuk daerah-daerah di Ring 1 Jatim yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, & Kabupaten serta Kota Mojokerto, maka saat ini belum mengusulkan besaran UMK 2021. Dia tidak menyebutkan Kabupaten Gresik, apakah sudah menganjurkan atau belum. “Untuk itu saya akan menunggu sampai Kamis (19/11). Kami memahami, bupati/ wali tanah air yang belum mengusulkan, betapa ruwetnya dan alotnya pembicaraan dewan pengupahan untuk menelurkan satu angka, ” ujarnya.

Kepada seluruh bupati/ wali kota di Jawa Timur, Fauzi mewakili unsur pekerja menetapkan, dewan pengupahan baik dari unsur pekerja maupun pengusaha akan mencarikan solus terbaik bagi kedua raka pihak. Dia berharap, besaran UMK yang ditentukan bisa menghadirkan ketenteraman bagi para pekerja, tetapi negeri usaha juga tetap bisa eksis di tengah Pandemi Covid-19.

Dewan Pengupahan Jatim, kata Fauzi, telah menuntaskan dua hari sidang Dewan Pengupahan membahas usulan UMK yang sudah masuk di Trawas. “Kami akan tetap finishing jumlah UMK setelah dua hari konvensi dewan pengupahan di Trawas. Belakang kami lanjutkan di sidang berikutnya, Insya Allah hari Jumat kelak, seberapa besar kenaikan yang bakal kami usulkan kepada Gubernur, ” ujar Fauzi.

Sementara tersebut, Himawan Estu Bagijo Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Daerah Jatim ketika dikonfirmasi di keadaan yang sama menyatakan, pembahasan UMK masih dirapatkan. “Masih rapat, mas, soal UMK, ” ujarnya melalui pesan singkat.