Segenap perkantoran diminta menaati pembagian kegiatan dua shift

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA  – Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta pengelola perkantoran kementerian/lembaga mengikuti perusahaan mematuhi aturan mengenai rancangan kerja guna meminimalkan risiko penularan Covid-19.

“Sudah kita ingatkan agar seluruh perkantoran mematuhi pembagian kerja dua shift yakni pada pagi masuk pukul 07. 00-07. 30 WIB dan balik pada pukul 15. 00-15. 30 WIB dan sif kedua di dalam pukul 10. 00-10. 30 WIB dan kembali pukul 18. 00-18. 30 WIB. Kalau ini dipatuhi berarti jumlah karyawan atau pegawai di kantor setengah dari jumlah yang ada, ” kata Doni, yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Senin (27/6).

Doni mengingatkan para pemimpin kementerian, institusi, dan perusahaan agar pegawai yang rentan terinfeksi Covid-19 untuk sementara tidak diwajibkan bekerja ke dewan.

“Termasuk lansia serta mereka yang punya komorbid (penyakit penyerta) seperti hepatitis, jantung, ginjal, maupun penyakit pernafasan lain, ” katanya.

Ia mengemukakan bahwa pengaturan jadwal kerja pegawai akan menekan risiko penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran di kota-kota besar sepertiJakarta.

“Kalau (pembagian jam kerja) bisa dilakukan maka akan melindungi sebagian gede keluarga kita, karena 85 komisi kasus kematian adalah mereka dengan memiliki komorbid, ” tambah Doni.

Menurut data Dasar Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bohlam 25 Juli 2020 ada 375 orang yang tertular Covid-19 dengan berasal dari 59 kantor dalam DKI Jakarta.

Jumlah orang yang tertular Covid-19 di perkantoran melonjak menjadi 332 karakter dari 43 orang sebelum penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta di dalam 4 Juni 2020. Beberapa perkantoran di Jakarta sudah ditutup pokok dikhawatirkan menjadi klaster penularan Covid-19.

sumber: Antara