Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Kebijakan subsidi ongkir yang dinilai tak tepat sasaran.  

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menilai, kebijaksanaan pemberian subsidi untuk ongkos kirim (ongkir) pada Keadaan Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadhan 2021 tidak bakal memberi dampak signifikan dalam peritel.

Menurut Roy, barang-barang yang dijual secara daring umumnya merupakan produk non FMCG (fast moving consumer goods/barang konsumen yang segera laku). Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi ritel yang justru menjual produk FMCG.

“Barang online biasanya barang non FMCG. Kalau yang FMCG pasti mereka (konsumen) akan cari di gerai karena kan harus lihat kedaluarsa dan macam-macamnya, ” katanya, Rabu (21/4).

Di sisi lain, Roy mengkritisi kebijakan subsidi ongkir yang dinilai tak benar sasaran. Ini lantaran umum produk di e-commerce atau yang dijual secara online rata-rata merupakan produk asing yang harganya murah.

Ia pun menyangsikan jumlah produk lokal dengan dijual di e-commerce. “Transaksi online itu banyak buatan yang bukan produk Indonesia. Produk asing, yang murah-murah itu produk China. Padahal kita mau cinta keluaran Indonesia dan benci buatan asing, ” katanya.

Selain dipenuhi buatan asing, kualitas barang biar tidak bisa dipastikan dengan langsung. Padahal, menurut Roy, untuk bisa turut membakar penjualan daring produk di negeri, maka faktor status tidak boleh dilupakan.

“Saya pikir subsidi ongkir untuk Harbolnas kurang tepat sasaran karena biasa didominasi produk asing. Ke-2, karena rata-rata transaksi buat barang murah, unik serta sejenisnya, masyarakat jadi hanya beli barang murahan. Real yang kita harapkan kan barang lokal dan pembicaraan berkualitas, ” pungkas Roy.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk menyubsidi upah kirim dari pembelian barang melalui daring (online) pada Harbolnas yang berlangsung di dalam H-10 atau H-5 menjumpai Idul Fitri 1422 Hijriah.

Menteri Pemimpin Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/4), mengatakan, mas stimulus ini untuk memajukan konsumsi masyarakat dan memajukan penjualan daring untuk buatan dalam negeri.  

Airlangga mengatakan, stimulus ini merupakan amanat Pemimpin Jokowi agar tetap menggembala tren pemulihan ekonomi seraya terus memulihkan aspek kesehatan tubuh masyarakat dari pandemi Covid-19.

sumber: Kurun