Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

39 persen perusahaan global yang menetapkan kerja jarak jauh permanen.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Hasil survei perusahaan jasa finansial PricewaterhouseCoopers (PwC) menemukan sekitar 50 persen responden yang merupakan pemimpin perusahaan di Indonesia, telah mempermanenkan pola kerja jarak jauh seperti work through home (WFH).

“Menariknya, fifty persen responden Indonesia sudah menjadikan kerja jarak jauh sebagai pilihan permanen bagi karyawan mereka, sementara sebatas 39 persen responden worldwide yang menetapkan kerja jarak jauh permanen, ” kata Forensic Advisor PwC IndonesiaPaul van der Aa di dalam rilis yang diterima pada Jakarta, Kamis (29/4).

Ia mengemukakan terkait dengan pola kerja jarak jauh, infrastruktur pendukung serta kapabilitas mengolah data sangat penting, terutama karena aksi jarak jauh memenuhi kebutuhan akan cara pengambilan keputusan yang jelas dan memicu risiko serangan dunia maya. Paul memaparkan delapan dari sepuluh organisasi di Philippines melaporkan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam membangun ketahanan melalui manajemen krisis, kelangsungan bisnis, dan perencanaan darurat.

Wujud banyak cara untuk dijalankan untuk itu, ujar dia, tetapi dilaporkan hanya twenty two persen dari responden yang merasakan bahwa berbagai fungsi manajemen krisis mereka terintegrasi dengan sangat baik. “Di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya, organisasi mengambil tindakan penting untuk fokus dalam kesehatan karyawan dalam menanggapi Covid-19. Organisasi memberikan dukungan mulai dari menerapkan kerja jarak jauh dan protokol keselamatan, sampai membantu karyawan dengan problem pribadinya, ” paparnya.

John mengemukakan bahwa sebagai pembelajaran, para pemimpin bisnis menyadari bahwa fondasi ketahanan dapat membuat perbedaan antara menurun atau berkembang kinerja bisnisnya. Global Crisis Survey PwC secara global memiliki responden lebih dari 2. 800 pemimpin perusahaan yang mewakili berbagai skala bisnis di 29 industri dan 73 negara (termasuk 112 pemimpin usaha di Indonesia).

Sebelumnya, Wakil Pemimpin Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Industri Johnny Darmawan mengatakan yakni ia memilih pengetatan protokol kesehatan secara disiplin dibandingkan kembali menerapkan bekerja dri rumah (WFH) secara penuh. “Saya tidak setuju seandainya WFH 100 persen. Dikarenakan sekarang kita sudah berjalan ekonominya, sudah banyak perbaikan, yang terpenting adalah anda jangan terlena dengan adanya vaksin, ” katanya.

Menurut Johnny, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di India dapat dijadikan contoh agar masyarakat Indonesia tetap menjaga protokol kesehatan dan senantiasa menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tes usap masih perlu dilakukan untuk menelusuri penyebaran virus Covid-19.  

Johnny menambahkan, andai WFH diberlakukan kembali, jadi dikhawatirkan perekonomian akan kembali terpuruk. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan telah terjadi peningkatan penularan SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 pada klaster perkantoran di DKI Jakarta dalam dua pekan terakhir.

“Pada 5-11 April 2021 terdapat 157 kasus positif Covid-19 pada 78 perkantoran. Sementara pada 12-18 April 2021 jumlah positif Covid-19 meningkat menjadi 425 kasus dari 177 perkantoran, ” kata Pemimpin Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Jumlah tersebut dihimpun berdasarkan data yang dirilis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kemunculan beberapa kasus positif di perkantoran, kata Wiku, telah direspons Satgas Covid-19 dengan mendorong pemerintah setempat melakukan penutupan sementara operasional kantor.

 

sumber: Antara