Asam malat (Malic acid) mampu mengubah warna atau menghilangkan noda pada gigi.

REPUBLIKA. CO. ID, MALANG — Asam Jawa ternyata bisa menjadi pemutih geraham alami. Khasiat ini diturunkan di dalam gel yang diciptakan tiga mahasiswa Universitas Brawijaya, Ririn Lutvita Sari, Afina Muti’ah Tuhepaly, dan Kharisma Ghanyysyafira.

Mahasiswa UB, Ririn Lutvita Sari mengatakan, geraham yang mengalami perubahan warna dengan ekstrinsik sulit dihilangkan dengan jalan menggosok gigi atau scalling. Di situasi ini, masyarakat biasanya menggunakan cara pemutihan gigi atau bleaching.

“Namun, bahan pemutih gigi itu memberikan efek meningkatnya porositas ataupun penurunan kekuatan gigi sehingga menurunkan kekerasan enamel, ” kata Ririn.

Ririn dan tim mencoba memaksimalkan potensi asam Jawa sebagai bahan pemutih gigi. Bersandarkan banyak penelitian, buah ini diketahui mengandung asam malat ( Malic acid ). Kandungan ini mampu mengubah warna atau menghilangkan noda pada gigi.

Selanjutnya, tim mengubah asam Jawa menjadi gel untuk menjelma produk pemutih gigi. Temuan ini bisa  diaplikasikan ke gigi selama kurang lebih 10 sampai 20 menit. “Dan dilakukan dua sampai tiga kali dalam satu keadaan, ” ungkapnya.

Taat Ririn Produk pemutih gigi maujud gel dari asma Jawa bertambah efektif dan aman. Hal itu karena memiliki ukuran nanopartikel serta menggunakan bahan-bahan alami.

Selain itu, asam malat diketahui memiliki berat molekul sangat hina. Kandungan ini mampu berdifusi ke dalam email dan dentin. Bahkan, dapat mengoksidasi permukaan email gigi dengan melepaskan oksigen yang luput pada ikatan rangkap dari senyawa organik dan anorganik dalam gigi.

“Pada proses oksidasi terjadi pemecahan rantai zat chromofor pada gigi yang sebelumnya berikatan pada pelikal, sehingga menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap & terjadi reaksi reduksi yang membuat warna gigi menjadi lebih terang, ” kata Ririn.
 
Dosen pembimbing, Feni Istikharoh, menjelaskan, hampir 90 persen material kedokteran gigi merupakan produk impor. Oleh sebab itu, tidak aneh apabila material kedokteran gigi masa ini relatif mahal.

Di sisi lain, Feni tak menampik, Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia sangat melimpah. Salah satunya terlihat pada tamarinda di mana memiliki kandungan asam malat dan asam oksalat dengan cukup tinggi. Adanya penelitian melanda asam Jawa yang nantinya menjadi produk nanogel dapat berpotensi untuk digunakan sebagai produk material pemutih gigi yang aman.

“Serta memiliki kemampuan untuk memutihkan gigi yang tidak kalah secara produk luar negeri, ” katanya.

Feni berniat melalui produk mahasiswanya dapat membangun para dokter gigi di Nusantara. Para dokter tidak perlu mengimpor material pemutih gigi kembali dibanding luar negeri. Hal ini secara tidak langsung juga dapat mengurangi ketergantungan untuk melakukan hal itu.